RSHD Berhenti Beroperasi, Pemegang Saham PT ME Belum Buka Suara
KLIKSAMARINDA – Penghentian sementara operasional dan pelayanan di Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) sejak Rabu 7 Mei 2025, mendapat atensi dari para ahli waris H. Dardjat. Muhammad Erwin Ardiansyah Dardjat –juru bicara keluarga sekaligus salah satu ahli aris H. Dardjat– menyatakan, membuka pintu komunikasi kepada para pemegang saham di PT Medical Etam (ME). Tujuannya, untuk mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah di internal manajemen RSHD saat ini.
“Yang bisa kami katakan, kami membuka pintu komunikasi dengan pemegang saham ME lainnya untuk mencari jalan terbaik penyelesaian masalah RSHD ini,” ujarnya, saat diwawancara KLIKSAMARINDA, Selasa 13 Mei 2025, kemarin. “Apa dan bagaimana proses lanjutannya, kami belum bisa bicara sekarang,” timpalnya.
Muhammad Erwin Ardiansyah Dardjat mengaku, para ahli waris H. Dardjat belum bisa memberikan komentar secara detail mengenai penghentian sementara operasional dan pelayanan di RSHD. Sebab, selama ini, seluruh operasional di RSHD dipegang PT ME. “Jadi yang lebih tepat menjawab adalah komisaris atau pemegang saham ME mengenai nasib RSHD kedepannya,” urainya.
Kendati begitu, Muhammad Erwin Ardiansyah Dardjat mengaku, para ahli waris sedih melihat kondisi RSHD saat ini. “Biar bagaimanapun, kami sedih RSHD ini berhenti beroperasional. Semoga ada jalan terbaik untuk ini semua,” ucapnya.
Bagi Muhammad Erwin Ardiansyah Dardjat, memang benar seluruh ahli waris H. Dardjat berada di bawah PT Dardjat Bina Keluarga (DBK) yang notabene merupakan pemegang saham mayoritas di PT ME. “Tapi posisi kami tidak aktif saat ini,” akunya.
Sementara itu, KLIKSAMARINDA sempat berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada dr. Darwin Adjis, Sp.B., Selasa 13 Mei 2025 kemarin. Media ini menanyakan perihal pendapat Komisaris PT ME itu mengenai penghentian sementara operasional dan pelayanan di RSHD.
Termasuk rencana para pemegang saham PT ME untuk melakukan audit internal kepada manajemen RSHD yang diisi Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT Medical Etam (ME) drh. Iliansyah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSHD Setiyo Irawan, A.Md.,Kep., General Manager (GM) RSHD Sulikah Amir. Sayangnya, hingga berita ini dirilis, belum ada tanggapan dari dr. Darwin Adjis, Sp.B.
Selain itu, KLIKSAMARINDA juga sempat mengkonfirmasi masalah ini kepada dr. Anrih Roi Manthurio, Sp.A., beberapa waktu lalu. Dia merupakan putra dari mendiang dr. Manthurio, Sp.A, Komisaris PT ME. Sayangnya, tak ada respon apapun.
Seperti diketahui, PT ME diisi oleh sejumlah pihak. Hal tersebut dibuktikan lewat salinan Administrasi Hukum Umum (AHU) dengan nomor Surat Keterangan (SK) Pengesahan AHU-0032995.AH.01.02.Tahun 2023. PT ME sempat melakukan pembaharuan 2023 lalu –saat kasus tunggakan gaji dan resign massal karyawan RSHD terjadi. Tepatnya 14 Juni 2023 lewat notaris Gerta Silamba. Dalam salinan itu, diketahui daftar para pemegang saham PT ME yang baru. Menariknya, CEO RSHD sekaligus Dirut PT ME, drh. Iliansyah, tidak memiliki saham sama sekali (selengkapnya lihat infografis).
Meski dikelola PT ME, pemilik saham terbesar di RSHD ternyata adalah PT DBK. Dalam salinan Berita Acara Rapat tertanggal 25 Januari 2002, Nomor 89 –dibuat notaris Ruddyantho Tantry– diketahui pula susunan pemegang saham di PT DBK. (fai)



